Posts Tagged ‘kaligrafi’

Saya sama sekali tidak tahu kalau ternyata kartun juga mempunyai kaitan dengan kaligrafi.

Suatu hari teman saya Wahyu Kokkang, kartunis di koran Jawa Pos, bilang bahwa di negara yang mengenal kaligrafi rata-rata mempunyai kartunis-kartunis andal. “Sebut saja, Iran, Syiria, Kuwait, Turki, mereka mempunyai kartunis-kartunis hebat,” katanya.

Kemudian dia menganalisis, bahwa memang ada kaitan dengan kaligrafi dan kartun. “Kaligrafi yang ditulis manual itu mungkin membuat tangan menjadi gemulai, sehingga dalam menggambar pun juga terasah.”

Kalau saya analisa, memang ada benarnya. Beberapa karikatur-karikatur yang termuat di majalah timur tengah rata-rata mempunyai gambar yang bagus. Tidak hanya itu, ide mereka dalam membuat karikatur juga cemerlang. Sebut saja Iran, kerap mempertontonkan karikatur yang menyentil Amerika.

Kaligrafi dan kartun, meski bukan seni yang sama keduanya membutuhkan keterampilan tangan dalam membuat coretan. “Orang Jawa rata-rata juga bagus dalam membuat kartun,” kata teman saya itu. Karena tradisi menulis huruf Jawa sama halnya menulis huruf-huruf kaligrafi.

Beberapa waktu lalu, ketika diadakan Giza Cartoon, teman saya juga mengirimkan beberapa karyanya. Namun sayang, karikatur buatannya masih kalah dengan kartunis lain. Peserta Indonesia, hanya menempati juara dua.

kaidah kaligrafi arab

kaidah kaligrafi arab

Istilah ini muncul tidak lepas dari perkembangan kaligrafi kontemporer, di mana huruf bukan menjadi sesuatu yang utama, tetapi juga keindahan yang merupakan unsur dari kaligrafi itu sendiri. Kaligrafi pada awalnya merupakan seni memadukan huruf dengan jenis tertentu sesuai dengan kaidah akhirnya “keluar jalur” tanpa memedulikan kaidah baku. Nah, yang tetap mengikuti kaidah baku –sesuai dengan jenis kaligrafi “yang diakui”– kemudian dinamai kaligrafi murni.

Seolah merupakan kaidah baku, kaligrafi murni tidak boleh keluar dari jalur penulisan: bagaimana bentuk huruf, torehan, maupun ketepatan dalam sapuan. Jenis-jenis kaligrafi juga telah diklasifikasi. Penggunaannya tidak boleh bercampur satu dengan yang lain.

Kaligrafer murni “terakhir” Hasyim Muhammad Al Khattahath menerapkan kaidah kaligrafi dalam sebuah buku panduan yang cukup terkenal bernama Qawaidul Khath Alarabiy. Buku ini beredar luas di Timur Tengah, akhirnya sampai di pondok pesantren di Indonesia. Tidak banyak yang memiliki, hanya orang-orang tertentu yang mempunyai akses ke luar negeri –khususnya Timur Tengah– yang mempunyai buku aslinya.

Di pondok pesantren, buku kaidah ini cukup terkenal. Seperti di Pondok Pesantren Modern Darussalam, Gontor, misalnya, karya monumental itu dicetak kembali secara internal dan di pelajari oleh para santri yang tergabung di Aklam, Assosiasi Kaligrafer Darussalam, kelompok belajar kaligrafi. Di Pondok Pesantren Attanwir –yang terletak di Talun, Bojonegoro– juga ada Asskar, Assosiasi Kaligrafer Attanwir.

Banyak sekali sanggar-sanggar kaligrafi yang mengajarkan khat murni. Namun banyak pula yang akhirnya “keluar jalur” setelah “bosan” mempelajari kaidah-kaidah yang “kaku”. Ada juga yang “frustrasi” karena tidak bisa menorehkan huruf-huruf dengan “benar”, akhirnya “semaunya sendiri.”

Anda pilih ikut mana?

basmalah sebagai pembuka

basmalah sebagai pembuka

Alhamdulillah, agaknya para penggemar kaligrafi di tanah air (Indonesia) sudah mewabah. Ini terbukti dengan sulitnya membuat domain wordpress yang sederhana. Menggunakan domain belajarkaligrafi.wordpress.com rupanya sudah ada yang memakai. kaligrafiislam.wordpress.com pun sudah ada yang menggunakan. Bahkan, untuk domain yang sederhana pun, kaligrafi.wordpress.com, juga sudah ada yang mengapling.

Tak apalah. Dengan domain yang lumayan panjang, akhirnya belajarkaligrafiislam.wordpress.com dibuat, bersaing dengan blog-blog kaligrafi yang lain yang semoga saja –harapan saya– bisa berumur panjang dan selalu update. Meski tidak menggunakan sarana berbayar, harapan saya nantinya bisa semakin berkembang dan memberikan informasi-informasi tentang kaligrafi dan cara menulis arab itu. Syukur-syukur, jika perkembangannya pesat, nanti akan saya usahakan mempunyai hosting sendiri.

Sebenarnya, saya sudah lama memiliki angan-angan sebuah blog lengkap tentang kaligrafi. Namun karena kesibukan sehari-hari di kantor yang tiada habisnya, pembuatan pun selalu tertunda.

Keindahan kaligrafi islam memang tiada tara. Lekuk-lekuknya membuat saya terpesona.

Bagi pembaca yang mempunyai informasi tentang kaligrafi juga diperkenankan untuk sharing di sini. Harapannya, kaligrafi islam semakin digemari. Sehingga, islam –yang akhir-akhir ini tercoreng aksi-aksi kekerasan– bisa tampak indah. Sebagaimana kata hikmah, “Dengan kaligrafi keindahan islam tampak nyata.”